Oraganisasi itu adalah dimana seseorang memiliki perbedaan sifat, pikiran,prilaku dan karakter ... tapi tetap memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin yang tegas dan memiliki jiwa pemimpin yang bertanggung jawab atas ucapan dan perkataannya.
mEnJalanI HarI-hAri dEn9aN sEnYumAn, daN mEnerima kEadaAn yan9 tErjAdi ...!!!
Sabtu, 05 Juli 2014
Jumat, 04 Juli 2014
Rabu, 10 Juli 2013
Kumpulan Puisi-Puisi Pendidikan
Pahlawan Kehidupan
Karya : Nur Wachid
Ku lihat kau berbuat
Ku dengar kau berbicara
Ku rasakan kau merasakan
Mata binar tak khayal menjadi panutan
Sejuk terasa haluan kata – katamu
Menjadi sugesti pada diri kami
Hingga jiwa ini tak sanggup berlari
Menjauhi jalan hakiki
Lelah dirimu tak kau risaukan
Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
Itu jasa tentang pengabdian
Bukan jasa tentang perekonomian
Semangatmu menjadi penghidupan
Untuk kami menjalani kehidupan
Jangan pernah kau bosan
Jadi haluan panutan
Meski pertiwi dalam kesengsaraan
Kaulah pelita cahaya kehidupan
Terima kasih untukmu
Sang pahlawan kehidupan
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar
Senyummu memberikan semangat untuk kami
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk murid-muridnya
Terima kasih Guru
Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini
Akan selalu ku panjatkan doa untukmu
Terimakasih Guruku
Ialah Guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar
Senyummu memberikan semangat untuk kami
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk murid-muridnya
Terima kasih Guru
Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini
Akan selalu ku panjatkan doa untukmu
Terimakasih Guruku
Pahlawan Pendidikan
Jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia
tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia
Pendidikan Untuk Siapa?
Oleh : Doni Swadarma
Pendidikan, apa khabarmu hari ini?
Di tengah silih bergantinya istilah hebatmu CBSA, KBK, KTSP entah apa lagi nanti
Namun masih terasa ganjalan di benakku
Untuk siapakah engkau dinikmati?
Upik pengamen cilik, Ni’an tukang asongan, Topan preman prapatan
Mereka bukan anak sekolahan
Mereka punya sebuah mimpi,
mimpi yang sederhana : bisa makan setelah kecapean
Sementara itu.... .di sekolahnya orang-orang penting
Yang tarifnya bikin kepala pusing
Michele, David dan Tobing asyik browsing sambil outting
Fasilitasnya lengkap ada yang backing
Selesai sd mereka kuliah
Di kampus tercinta dambaan semua
Bukannya cerdas akal dan jiwa
Bullying dan kekerasan malah mewabah!
Setelah lulus, mereka bekerja
Menjadi Menteri, direktur, birokrat, politisi atau pengusaha
Tapi mengapa bukannya membangun negeri tercinta
Sudah berpenghasilan tinggi, masih korupsi juga!
Aku bingung aku resah
Dimanakah letaknya salah
Sudah sekolah sudah kuliah
Keluar-keluar kok malah jadi lintah
Kami yang ada di sini
Cuma bisa jadi pemimpi
Bermimpi sepuas hati
Setelah bangun menangis lagi
Bukan itu yang kuharapkan
Pendidikan murah yang kuinginkan
Pendidikan yang bisa merubah
Semua kezholiman menjadi keadilan!
Oleh : Doni Swadarma
Pendidikan, apa khabarmu hari ini?
Di tengah silih bergantinya istilah hebatmu CBSA, KBK, KTSP entah apa lagi nanti
Namun masih terasa ganjalan di benakku
Untuk siapakah engkau dinikmati?
Upik pengamen cilik, Ni’an tukang asongan, Topan preman prapatan
Mereka bukan anak sekolahan
Mereka punya sebuah mimpi,
mimpi yang sederhana : bisa makan setelah kecapean
Sementara itu.... .di sekolahnya orang-orang penting
Yang tarifnya bikin kepala pusing
Michele, David dan Tobing asyik browsing sambil outting
Fasilitasnya lengkap ada yang backing
Selesai sd mereka kuliah
Di kampus tercinta dambaan semua
Bukannya cerdas akal dan jiwa
Bullying dan kekerasan malah mewabah!
Setelah lulus, mereka bekerja
Menjadi Menteri, direktur, birokrat, politisi atau pengusaha
Tapi mengapa bukannya membangun negeri tercinta
Sudah berpenghasilan tinggi, masih korupsi juga!
Aku bingung aku resah
Dimanakah letaknya salah
Sudah sekolah sudah kuliah
Keluar-keluar kok malah jadi lintah
Kami yang ada di sini
Cuma bisa jadi pemimpi
Bermimpi sepuas hati
Setelah bangun menangis lagi
Bukan itu yang kuharapkan
Pendidikan murah yang kuinginkan
Pendidikan yang bisa merubah
Semua kezholiman menjadi keadilan!
Di Antara Dua
Di antara dua, aku harus memilih
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya
Di antara dua, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya
Di antara dua,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya
Di antara dua, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya
Di antara dua,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah
Aku
Karya : Nur Wachid
Aku berdiri ditengah penjuru
Aku besar dengan nama itu
Aku bukan manusia
Aku hanya sebuah kata
Namaku lambang kecerdasan
Namaku membunuh kebodohan
Betapa hebatnya aku ?
Tak ada yang menandingiku
Sampai ini ku tak merasa hebat
Ini kali ku menangis
Bukan yang pertama
Bukan yang kedua
Tiada pemakai namaku
Yang menjadikanku hebat
Disana – sini kebodohan
Belum terbunuh olehku
Tangisan ini penuh pilu
Belum banyak kecerdasan
Yang bertaburan
Jadilah pahlawanku anak negeri
Hentikan pilu tangisku
Buatlah aku tersenyum
Merasa bangga akan namaku
Lilin Kegelapan
Karya : Nur Wachid
Titik air menitik
Berbaris jarum jam berdetik
Tak henti dalam putaran waktu
Menembus masuk roda itu
Menjadi pilar generasi penerus
Bermuara menjelma sebagai arus
Berbaris ditengah tangisan pertiwi
Tak buat henti langkahkan kaki
Baktiku hanya tuk negeri ini
Ku akan jadi lilin ditengah kegelapan
Melawan segala kemunafikan
Semangatku bagai pejuang 45’
Penerus cita – cita pahlawan kita
Wahai sang guruku
Tuntunlah aku menjadi aku
Jasamu tak tampak mata
Berwujud dalam hati sanubari
Titik air menitik
Ilmu mu kan ku petik
Bukan buat negara munafik
Baca Tulis
Karya : Nur Wachid
Senja meradang kerinduan
Goresan pena menyayat kalbu
Tangisanku tak membuat pilu
Hei .. wahai pemimpinku
Pandanglah aku yang kusut ini
Duduk di sekolah ku tak bisa
Bagaimana ku tak bisa bodoh ?
Hiduppun beralas tanah
Tidurpun beratap langit
Ahhh,....
Bosan ku tak dapat membaca
Bingung ku tak dapat menulis
Seandainya ada pemimpin menangis
Pasti ku dapat baca tulis
Taman Ilmu
Karya : Nur Wachid
Musim kemarau panas berkepanjangan
Musim penghujan hujan berdatangan
Itulah hebatnya dirimu
Panas hujan tetap buat kau berdiri
Kau hanya tumpukan bata merah
Tulang mu hanya dari besi
Seindah dirimu namamu sama
Seburuk bentukmu tak kurangi gunamu
Kaulah taman kehidupan
Tempat tertanam berjuta ilmu
Bunga merekah terlahir darimu
Hiruk pikuk pendidikan tertelan olehmu
Tanpamu semua tampak bodoh
Alangkah indahnya .....
Jika dirimu berdiri dimana – mana
Tanpa ada beda di desa dan kota
Sayangnya kau bukan manusia
Kakimu tertanam di bumi
Tak dapat jalan kemana – mana
Puisi Hari Pendidikan Nasional
Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampagelap
Tak bisa apa-apa
Tak bisa kemana-mana
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampagelap
Tak bisa apa-apa
Tak bisa kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh Warna
Dengan goresan garis-garis
Juga kata-kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat
Bukan lagi mimpi
Dengan goresan garis-garis
Juga kata-kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat
Bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku
dari hatiku
dari hatiku
untuk semua pejuang pendidikan
” Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa!”
” Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa!”
Selasa, 02 Juli 2013
Tata Cara Makan Paskibraka Nasional / Paskibra Sekolah
1. Meja diatur sedemikian
rupa sehingga peserta harus duduk di tempat yang sudah disediakan tanpa boleh
memindah posisi kursi.
2. Peserta mengambil
makan dan minum dengan tertib dan teratur.
3. Selesai makan piring
dan gelas harus dikumpulkan dalam satu meja dengan tertib dan teratur.
4. Sebelum dan sesudah
acara makan dilaksanakan, diadakan tata cara sebagai berikut:
a.
Salah seorang peserta (lurah) sebagai petugas pelapor;
i.
Petugas pelapor berdiri di tempat yang tepat (di depan pembina) menghadap
ke arah peserta, dengan sikap sempurna dan meyakinkan memberi aba-aba :
”Kecuali Pelatih dan kakak senior duduk siap .... gerak!”
ii.
Setelah aba-aba pelaksanaan (gerak!), peserta secara serentak menghentakkan
kaki ke lantai dan bersamaan dengan itu kedua tangan diletakkan di atas paha
masing-masing dengan posisi duduk tegak, tidak bersandar pada kursi.
iii.
Setelah itu pelapor menghadap dan melangkah ke arah Pelatih ± 3 langkah di
depan Pelatih, setelah menghormat (dengan mengangkat tangan) dan dibalas oleh
Pelatih, menyampaikan kata-kata laporan sebagai berikut: ”Lapor! Peserta /
angkatan ................ Tahun .......... Siap Makan Pagi/Siang/malam”.
(laporan bisa disesuaikan dengan kegiatan)
iv.
Kemudian Pelatih menyampaikan instruksi "Pimpin doa, lanjutkan!”
setelah pelapor mengulang instruksi Pelatih, selanjutnya pelapor tanpa hormat,
balik kanan kembali ke tempat berdiri semula dan memimpin doa. Bunyi kalimatnya
: ”Sebelum kita makan pagi, marilah kita berdoa menurut ajaran agama
masing-masing. Berdoa mulai ...... selesai” (bunyi kalimat do’a menyesuaikan).
Kemudian pelapor memberikan aba-aba : ”Istirahat di tempat .......
gerak!”
v.
Secara serentak peserta menghentakkan kaki dan secara bersama-sama
mengucapkan : ”Selamat makan”. Selanjutnya seluruh peserta mulai melaksanakan
kegiatan makan.
Setelah selesai makan, petugas pelapor berdiri, siap melapor.
1. Aba-aba pelapor ”Duduk
siap,..... gerak!” Seluruh peserta secara serentak sikap duduk siap;
2. Kemudian pelapor balik
kanan, melangkah ke depan Pelatih, tanpa didahului menghormat, langsung
melapor. Bunyi laporannya : ”Makan Siang telah dilaksanakan, laporan selesai”.
Pelatih memberikan instruksi : ”Pimpin doa, istirahatkan”. Pelapor mengulang
instruksi Pelatih ”Pimpin doa, istirahatkan” kemudian hormat.
3. Setelah dibalas oleh
Pelatih, pelapor balik kanan, memimpin doa dengan menyampaikan kalimat sebagai
berikut : ”Setelah makan siang selesai, marilah kita berdoa menurut agama
masing-masing. Berdoa mulai........ selesai”. (bunyi kalimat do’a
menyesuaikan). Istirahat di tempat......... gerak!.
4. Seluruh peserta
mengambil sikap istirahat sambil secara serentak mengucapkan ”Terima kasih”.
Selanjutnya ikuti instruksi Pelatih / Senior lebih lanjut.
MENJADI SEORANG PEMIMPIN dan SENIOR
Kepemimpinan adalah sesuatu yang dapat dipelajari
sehingga dapat dilaksanakan spontan dan otomatis sepanjang waktu. Para
pemimpin, misalnya, dapat segera membuat beberapa keputusan penting mengenai
sebuah masalah, sementara orang lain masih dalam tahap menganalisis masalah.
Banyak orang bertanya-tanya bagaimana caranya
para pemimpin bisa mengetahui caranya membuat keputusan terbaik, dalam kondisi
di bawah tekanan?
Proses pengambilan keputusan terkadang didasari
oleh pengalaman panjang menghadapi beragam situasi yang berbeda-beda. Selain
itu, proses ini juga dipengaruhi tipe kepribadian, serta kegagalan yang tidak
terprediksi. Proses ini adalah kemampuan memahami dan mengenali dampak dan
akibat dari sebuah situasi, baik yang terjadi pertama kali maupun berulang.
Para pemimpin yang sukses memang memiliki naluri
mengambil keputusan. Karena mereka telah berulang kali melakukannya, mereka
menjadi kebal terhadap tekanan dan amat intuitif dalam proses pengambilan
keputusan yang paling penting dan strategis. Inilah mengapa para eksekutif
senior sering bilang, mereka mengandalkan “firasat” dalam mengambil keputusan
sulit dalam waktu cepat.
1. Membuat orang lain nyaman untuk terus
terang
Kita sering melihat pemimpin yang terasa “seram”
karena titel dan kekuasaan mereka. Nah, pemimpin yang sukses mampu mengalihkan
perhatian terhadap diri mereka, dan mendorong orang lain untuk menyuarakan
pendapat. Mereka jagoan dalam membuat orang lain nyaman untuk terus terang dan
berbagi pandangan. Para pemimpin sukses justru mampu menciptakan suasana yang
ramah dan akrab.
2. Mengambil keputusan
Pemimpin sukses adalah pengambil keputusan yang
ahli. Mereka bisa melakukannya dengan memfasilitasi dialog, agar para kolega
dapat meraih kesimpulan strategis, atau mereka bisa melakukannya sendiri.
Mereka fokus “membuat sesuatu terwujud” sepanjang waktu — sebuah pengambilan
keputusan yang menyuburkan kemajuan perusahaan. Para pemimpin sukses tidak
membuang-buang waktu di masalah yang mengganggu momentum. Mereka tahu caranya
mengambil 30 keputusan dalam 30 menit.
3. Komunikasikan target
Pemimpin sukses juga ahli komunikasi, dan ini
sungguh terasa ketika mereka sedang berbicara mengenai “target kerja”. Mereka
mengingatkan kolega mereka tentang nilai-nilai perusahaan dan target —
memastikan visi mereka benar-benar dapat dipahami dan diterjemahkan dalam
langkah nyata.
Saya pernah punya bos yang sering
mengomunikasikan harapan dia terhadap bawahannya. Dengan begitu, kami jadi bisa
fokus dan tetap berjalan sesuai jalur. Prosedur sederhana yang dia lakukan —
yakni menyampaikan harapan — terbukti meningkatkan kinerja kami dan membantu
kami mengetahui siapa saja di antara kawan-kawan yang tidak dapat memenuhi
standar.
4.
Menantang orang untuk berpikir
Pemimpin sukses memahami kemampuan serta
kelemahan kolega mereka. Mereka menantang kolega untuk berpikir, dan membantu
mereka untuk lebih mengembangkan kemampuan. Jenis pemimpin seperti ini amat
piawai dalam mendorong perkembangan pegawai, sehingga orang tidak mudah terlena
serta terus tumbuh.
Jika Anda tidak berpikir, Anda berarti tidak
belajar hal yang baru. Jika Anda tidak belajar, berarti Anda tidak berkembang —
dan lama-lama Anda akan jadi tidak penting di pekerjaan.
5. Dapat diandalkan
Pemimpin sukses membiarkan dirinya diatur oleh
kolega. Perhatikan: diatur, bukan dikendalikan. Pemimpin membuktikan diri dapat
diandalkan sehingga para bawahan jadi yakin bahwa mereka akan dibantu ketika
dalam kesulitan.
Dengan membimbing dan mendukung pegawai, sikap
dapat diandalkan juga menunjukkan bahwa bos tidak cuma peduli dengan kariernya,
tapi juga karier pegawai.
6. Memberi contoh
Memberi contoh terdengar gampang, tapi
kenyataannya banyak pemimpin yang gagal di hal yang satu ini. Nah, pemimpin
sukses memberi dan melaksanakan contoh yang mereka berikan. Mereka tahu bahwa
mereka diamati oleh bawahan.
7. Mengukur dan menghargai kinerja
Pemimpin hebat selalu punya “denyut” terhadap
kinerja bisnis dan orang-orang yang bekerja keras. Mereka tidak hanya
memperhatikan angka-angka, tapi juga secara aktif menghargai kerja keras orang
— apa pun hasil akhirnya. Pemimpin sukses tidak pernah sebelah mata memandang
pegawai yang bekerja keras “karena memang sudah seharusnya”.
8. Senantiasa memberi masukan
Pemimpin sukses selalu memberi masukan kepada
bawahan dan juga mau menerima masukan. Caranya? Dengan menciptakan suasana
kerja yang penuh rasa percaya. Mereka sendiri sudah memahami betapa pentingnya
masukan, sejak awal karier mereka dulu.
9. Bongkar-pasang tim dengan benar
Para pemimpin hebat tahu benar kemampuan dan
keahlian bawahan. Sehingga, mereka sangat cermat dalam menentukan “formasi
pemain”. Mereka mengetahui pegawai mana yang harus ditugaskan untuk mengatasi
situasi tertentu.
10. Bertanya dan mencari nasihat
Pemimpin sukses melemparkan pertanyaan dan
mencari nasihat setiap waktu. Dari luar, mereka sepertinya tahu segalanya.
Tetapi dari dalam, mereka sebenarnya haus pengetahuan dan selalu mencari cara
mempelajari hal baru karena mereka ingin meningkatkan kemampuan mereka dengan
nasihat orang lain.
11. Mengatasi masalah, tanpa menunda
Pemimpin sukses segera mengatasi masalah
langsung ke akarnya. Mereka tidak menunda-nunda masalah. Kalau ada masalah,
mereka juga tidak kabur. Mereka tahu bahwa orang bisa maju bila melakukan hal
yang orang lain tidak suka.
12.
Energi dan perilaku positif
Pemimpin sukses menciptakan budaya kerja yang
positif sehingga para bawahan termotivasi bekerja. Mereka disukai dan dihargai.
Mereka tidak mau momentum terganggu oleh kegagalan.
13. Menjadi guru
Banyak pegawai mengeluh, bos mereka tidak mau
lagi mengajari mereka. Tetapi pemimpin sukses tidak pernah berhenti mengajari
bawahannya, sebab mereka sendiri juga haus pengetahuan. Pemimpin sukses akan
meluangkan waktu untuk membimbing kolega mereka serta mendukung pegawai yang
memang terbukti mampu untuk maju.
14. Memperkokoh hubungan
Pemimpin yang sukses tidak berfokus
mempertahankan “kerajaannya” — justru sebaliknya, mereka mengembangkan wilayah
dengan memperkokoh hubungan yang saling menguntungkan. Pemimpin sukses berbagi
hasil kesuksesan untuk menciptakan momentum dengan mereka yang ada di
sekeliling.
15. Menikmati tanggung jawab
Pemimpin sukses memang menyukai jadi pemimpin.
Bukan karena kekuasaan yang didapat, tapi karena dampak bermanfaat yang bisa
mereka ciptakan. Bila Anda sudah meraih posisi senior, ini berarti Anda harus
melayani orang lain dan Anda baru bisa melakukannya bila benar-benar menyukai
pekerjaan.
Pada akhirnya, pemimpin sukses akan mampu
mempertahankan keberhasilan karena 15 hal yang dibahas di atas dapat membantu
mereka meningkatkan nilai organisasi, dan di saat yang bersamaan mengurangi
risiko.
Kepemimpinan
Kepemimpinan artinya adalah kegiatan seseorang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuannya.
Bagaimana cara mempengaruhinya?
Yaitu dengan memberikan contoh atau panutan
dalam kehidupan sehari-hari, dengan membangkitkan semangat para bawahannya, kemudian
dengan memberikan dorongan dengan pengarahan dan perbuatan. Hal ini sesuai
dengan sistem kepemimpinan nasional di Indonesia yang menganut sistem among,
yaitu :
1. Ing ngarso sung tulodo, yang berarti berada di
depan sebagai pemimpin dan panutan bagi bawahannya;
2. Ing madya mangun karso, yang berarti berada di
tengah yang dapat membangun kemauan bawahannya;
3. Tut wuri handayani, yang berarti berada di
belakang yang dapat mendorong bawahannya dengan motivasi agar dapat berusaha
lagi dan maju.
Hal-hal apa saja yang harus kita miliki
agar dapat mempengaruhi orang lain?
Yaitu dengan cara :
1. Memiliki keimanan dan ketaqwaan pada
Allah SWT yang kuat;
2. Memiliki kepercayaan diri;
3. Memiliki penampilan (performance) yang baik dan menarik;
4. Memiliki wawasan yang luas;
5. Memiliki kemampuan mengelola/mengurus (manajemen);
6. Menguasai teknik, taktik, strategi, dan politik;
7. Memiliki kemampuan melindungi setiap orang; dan
8. Memiliki delapan sikap mental sehat :
2. Memiliki kepercayaan diri;
3. Memiliki penampilan (performance) yang baik dan menarik;
4. Memiliki wawasan yang luas;
5. Memiliki kemampuan mengelola/mengurus (manajemen);
6. Menguasai teknik, taktik, strategi, dan politik;
7. Memiliki kemampuan melindungi setiap orang; dan
8. Memiliki delapan sikap mental sehat :
a. Pandai menyesuaikan diri;
b. Merasa puas atas hasil karya sendiri;
c. Lebih suka memberi dari pada menerima;
d. Realtif bebas dari ketegangan dan keresahan;
e. Suka membantu dan menyenangkan orang lain;
f. Dapat mengambil hikmah dari kegagalan;
g. Dapat mengambil penyelesaian yang konstruktif; dan
h. Dapat mengembangkan kasih sayang.
b. Merasa puas atas hasil karya sendiri;
c. Lebih suka memberi dari pada menerima;
d. Realtif bebas dari ketegangan dan keresahan;
e. Suka membantu dan menyenangkan orang lain;
f. Dapat mengambil hikmah dari kegagalan;
g. Dapat mengambil penyelesaian yang konstruktif; dan
h. Dapat mengembangkan kasih sayang.
Selain itu, pemimpin yang indah adalah
pemimpin yang mempunyai inisiatif dan mentalitas yang tinggi, kreatif,
konstruktif, dan memiliki konsepsual yang dapat mencerna masalah.
Serta Pola-Pola dasar kepemimpinan dapat di
bagi 2 :
1. Pola Kepemimpinan Formal
2. Pola Kepemimpinan Non Formal
TIPE – TIPE PEMIMPIN dibagi menjadi 6,yaitu
:
1. Oktokratis : Organisasi yang di anggap
milik pribadi dan anggotanya sebagai alat.
2. Demokratis : pemimpin yang selalu mementingkan kepentingan anggota dan selalu memupuk kerja sama.
3. Militeritas : Pemimpin yang selalu menggunakan komandan dari atas ke bawah.
4. Lais Pepais : Pemimpin yang mempunyai anggota terbatas.
5. Dateriasistis : Pemimpin yang mengangap bawahannya masih muda.
6. Kharisma : Pemimpin yang mempunyai wibawa kepada anggotanya.
2. Demokratis : pemimpin yang selalu mementingkan kepentingan anggota dan selalu memupuk kerja sama.
3. Militeritas : Pemimpin yang selalu menggunakan komandan dari atas ke bawah.
4. Lais Pepais : Pemimpin yang mempunyai anggota terbatas.
5. Dateriasistis : Pemimpin yang mengangap bawahannya masih muda.
6. Kharisma : Pemimpin yang mempunyai wibawa kepada anggotanya.
Maka dari itu Sseorang pemimpin juga harus
kritis, yaitu memiliki kemampuan dan keberanian dalam meluruskan masalah;
meteorologis, yaitu dapat mengambil jarak; serta logis, yaitu sesuai dengan
peraturan dan rasional.
Elemen yang harus ada dalam kepemimpinan,
yaitu :
1. Leader (pemimpin);
2. Follower (sekelompok
orang yang mengikuti pemimpin); dan
3. Leadership (jiwa
memimpin, manajemen, administrasi, pengetahuan, dan sebagainya).
Yang perlu diingat adalah, bahwa pemimpin
itu bukanlah suatu jabatan, melainkan kemampuan.
Langganan:
Postingan (Atom)
